Sabtu, 28 Januari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kamis, 20 November 2008 | 13:06 WIB
Banyak Jemaah Haji Bawa Gunting dan Paku
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Jemaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta menunggu keberangkatan di Terminal Haji, Bandara Sukarno Hatta, Jakarta, Rabu (5/11). Sebayak 210.000 jemaah haji tahun 1429H diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dalam 497 kloter selama 28 hari.

Laporan wartawan Kompas Defri Werdiono

JAKARTA, KAMIS - Hingga pemberangkatan gelombang II ternyata masih banyak jemaah haji yang belum memahami peraturan untuk tidak membawa peralatan yang dilarang ke dalam kabin pesawat. Barang-barang itu pun akhirnya terdeteksi oleh x-ray detektor. Mereka yang kedapatan membawa pun akhirnya membongkar tas dan menyerahkan barang tersebut kepada petugas yang ada di terminal pemberangkatan Bandara Soekarno Hatta.

Barang yang harus diserahkan beraneka ragam, seperti gunting, pisau, korek api, bahkan ada pula paku dan palu. Barang-barang ini hampir selalu ditemukan di tiap kelompok terbang (kloter), dan jumlahnya cukup banyak. "Untuk jemuran di tanah suci," ujar Mimin Mutarsih, jemaah dari kloter 50 asal Subang, Jawa Barat, yang kedapatan membawa paku dan tali plastik warna biru, Kamis (20/11).

Sedang Sukisno, jemaah asal Subang yang dan kedapatan membawa gunting mengaku barang itu akan dipakai untuk cukur saat di tanah suci. Oleh petugas, para jemaah itu kemudian disarankan untuk membawa barang-barang tersebut melalui bagasi, bukan dimasukkan dalam kabin penumpang.

Naman bin Juma, jemaah lain, mengatakan waktu di Asrama Haji Bekasi, tidak ada pemberitahuan untuk tidak boleh membawa barang yang dilarang ke kabin penumpang. "Saya tahu kalau tidak boleh membawa ini itu dari rumah. Saya dengar kok barang-barang ini tidak boleh dibawa, jadi saya tidak membawa. Saya hanya membawa makanan saja," ujarnya.


Defri Werdiono
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network.